Terkini

Solat Tarawih Paling Laju Di Dunia, 23 Rakaat Kurang Dari 8 Minit !..

Ibadat solat sunat Tarawih, sunat Witir, tadarus al-Quran dan lain-lain amal kebajikan pastinya memeriahkan malam-malam pada bulan Ramadan. Selepas solat Isyak, ada masjid yang mengerjakan solat Tarawaih 8 rakaat dan ada yang mengerjakan 20 rakaat.


Solat Tarawih Paling Laju Di Dunia, 23 Rakaat Kurang Dari 8 Minit !..
Solat Tarawih Paling Laju di dunia, 23 rakaat Kurang dari 8 minit !..
Namun, sebuah video dari Indonesia yang dimuat naik di YouTube kian mendapat perhatian.

Menerusi video bertajuk “Heboh Shalat Tarawih Tercepat di Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar”, ia menunjukkan solat Tarawih yang dikerjakan dengan begitu pantas di sebuah sekolah agama di Udanawi, Blitar, Indonesia.

Solat Tarawih sebanyak 23 rakaat (termasuk solat Witir) dikerjakan dalam masa 10 minit sahaja.

Berikut adalah video yang dimuat naik oleh seorang pengguna YouTube:

Video berkenaan dimuat naik pada 24 Jun dan kini menerima 28,108 views dan menerima 31 ‘Likes’ dan 171 ‘dislikes’.

Ia menerima pelbagai komen, termasuk mereka yang anggap ia sebagai lucu.

Ada juga berharap agar solat Tarawih dapat dilaksanakan dengan khusyuk

“Solat Tarawih dilaksanakan sekali dalam setahun, itupun harus dilaksanakan setelah solat Isyak. Ia seharusnya dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Lebih baik ambil yang lapan rakaat tetapi khusyuk,” kongsi Allan Rudy.

Sumber: YouTube/Bapak Suprapto

Syamsul Hudawai berpendapat bahawa sekolah agama sepatutnya memberikan contoh yang baik.

“Sebaliknya mereka lakukan yang pelik. Yang sebegini dapat merosak aqidah Islam,” kongsi beliau.

“Bacaan solat bagaimana? Ia seperti gerak-gerak sahaja,” kongsi Almaz Xarim.

Tambah Nabyla Babjened: “Ingatkan tengah berlumba!” - Astro Awani..

-------------------------

p/s: Apa yang menarik perhatian admin adalah komen dari seorang netizen seperti berikut:

Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa pada suatu hari, seorang sahabat masuk ke dalam masjid. Saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam juga tengah berada dalam masjid, tepatnya di sudut masjid. Sebagai penghormatan terhadap masjid, sahabat tersebut melakukan shalat sunnah dua raka’at tahiyyatul masjid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam memperhatikan shalat sahabat tersebut.

Usai mengerjakan shalat, sahabat itu mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam menjawab:
وَعَلَيْكَ السَّلاَمُ، ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ
“Wa’alaikas salam. Tolong ulangi shalatmu, karena sesungguhnya engkau tadi belum shalat!”
Sahabat itu kaget dengan perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. Setahunya, ia telah mengerjakan shalat sejak takbir sampai salam dengan tertib sebanyak dua raka’at. Ia sangat ingat, barusan ia telah mengerjakan shalat. Mungkinkah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam tadi tidak melihat shalatnya sehingga beliau menyabdakan seperti itu? Namun ia tidak berani membantah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. Dengan tanda tanya dalam hati, ia kerjakan juga perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. Ia mengulangi shalatnya kembali, secara tertib dari takbir sampai salam, sebanyak dua raka’at.

Usai mengerjakan shalat, sahabat itu mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam menjawab:
وَعَلَيْكَ السَّلاَمُ، ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ
“Wa’alaikas salam. Tolong ulangi shalatmu, karena sesungguhnya engkau tadi belum shalat!”
Sahabat itu kembali terkejut. Keterkejutannya kali ini bahkan lebih besar dari keterkejutannya sebelumnya. Sangat jelas, ia baru saja melaksanakan shalat dua raka’at. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam masih juga menyatakan dirinya belum shalat. Dengan tanda tanya yang semakin besar dalam hati, ia laksanakan juga perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam tersebut. Ia menjauh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, kemudian melaksanakan shalat dua raka’at secara tertib sampai salam.

Usai mengerjakan shalat, sahabat itu mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam menjawab:
وَعَلَيْكَ السَّلاَمُ، ارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ
“Wa’alaikas salam. Tolong ulangi shalatmu, karena sesungguhnya engkau tadi belum shalat!”
Subhanallah! Tiga kali sahabat itu mengerjakan shalat, tiga kali pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam memerintahkan kepadanya untuk mengulang shalatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam menganggap sahabat itu belum sekalipun melaksanakan shalat. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam melihat sendiri sahabat itu tiga kali shalat secara lengkap dan tertib dari takbir sampai salam.

Sahabat itu akhirnya menyerah. Jika ia mengulangi lagi shalatnya, mungkin saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam akan memberikan komentar dan perintah yang sama: ulangi shalatmu karena sesungguhnya engkau tadi belum shalat! Akhirnya sahabat itu berkata dengan penuh harap:
وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ، مَا أُحْسِنُ غَيْرَ هَذَا فَعَلِّمْنِي
“Demi Allah Yang telah mengutus Anda dengan kebenaran, saya tidak bisa shalat selain seperti shalat yang tadi. (Jika apa yang saya kerjakan tadi salah), maka ajarilah saya!”

Dengan penuh kasih sayang dan kesabaran, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam mengajari sahabat tersebut.

Beliau bersabda,
«إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَأَسْبِغِ الوُضُوءَ، ثُمَّ اسْتَقْبِلِ القِبْلَةَ فَكَبِّرْ، ثُمَّ اقْرَأْ بِمَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ القُرْآنِ، ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَسْتَوِيَ قَائِمًا، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا، ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِي صَلاَتِكَ كُلِّهَا»
“Jika engkau hendak melaksanakan shalat, maka lakukanlah wudhu’ dengan sempurna, kemudian menghadaplah kiblat dan ucapkanlah takbir, kemudian bacalah surat (ayat) Al-Qur’an yang mudah bagimu (yaitu setelah membaca surat Al-Fatihah), kemudian lakukanlah ruku’ sampai engkau thuma’ninah (tenang) dalam ruku’, kemudian angkatlah kepalamu sampai engkau berdiri secara sempurna, kemudian lakukanlah sujud sampai engkau thuma’ninah (tenang) dalam sujud, kemudian angkatlah kepalamu dan duduklah (di antara dua sujud) sampai engkau thuma’ninah (tenang) dalam duduk, kemudian lakukanlah sujud sampai engkau thuma’ninah (tenang) dalam sujud, kemudian angkatlah kepalamu sampai engkau thuma’ninah (tenang) dalam duduk (((dalam riwayat lain: kemudian berdirilah engkau sampai engkau thuma’ninah (tenang) dalam berdiri))), dan lakukanlah hal itu dalam seluruh (raka’at) shalatmu!”

Untuk dapatkan makluman berita terkini, viral dan informasi berguna dari blog ini melalui Facebook, sila LIKE page kami:

No comments